Inti Dakwah Para Rasul
Oleh : Abu Abdullah
Sebenarnya dakwah yang diserukan oleh Nabi kita Muhammad Saw itu intinya adalah sama seperti apa yang diserukan oleh para nabi dan rosul terdahulu, namun bukan berarti bahwa semua agama itu sama benarnya dan sama baiknya, sehingga kita boleh bebas memilih agama yang kita suka sebagaimana apa yang dipahami oleh komunitas islam liberal atau yang lainnya.
Bahwa kesamaan disini adalah kesamaan tujuan dan prinsip, bukan kesamaan praktek dan tata cara di dalam beribadah yang disebut dengan syareat. Karena islam telah datang untuk menyempurnakan dan menghapus syareat para rosul terdahulu. Jadi apa yang dibenarkan di dalam islam maka ditetapkan oleh rosululloh seperti sholat dan puasa dan apa yang bertentangan dihapus oleh Alloh dan RosulNya seperti taubat yang dilakukan dengan bunuh diri pada kaum Musa.
Kesamaanya itu adalah terletak pada ajakan dan seruan untuk hanya beribadah kepada Alloh. Yaitu kufur kepada thoghut dan beriman kepada Alloh. Alloh berfirman di dalam ayatnya (An Nahl : 36) dan (Al Baqarah : 256)
Mengenal Jihad
PELAJARILAH TUNTUTAN JIHAD
Persoalan Jihad telah diutarakan dengan penuh penekanan dan pendetailan di dalam al-Qur’an. Telah sepakat para pengkaji al-Qur’an bahawa tiada ‘ibadah’ lain yang diutarakan sedetail Jihad. Allah SWT telah menurunkan banyak sekali surah-surah di dalam al-Qur’an yang membimbing umat Islam ke arah Jihad. Persoalan Jihad diutarakan dalam pelbagai cara, di dalam banyak ayat-ayat al-Qur’an. Ayat-ayat ini menerangkan dengan jelas matlamat dan manfaat daripada Jihad. Seorang Mujahid ditinggikan martabatnya dan banyak lagi ayat-ayat yang mengancam bala yang menimpa sekiranya Jihad ditinggalkan. Istilah Jihad-fie-sabilillah yang membawa maksud Jihad (berperang) pada Jalan Allah, digunakan sebanyak 26 kali di dalam al-Qur’an.
Perkataan Qital pula yang bermaksud ‘Perang’ secara jelas, digunakan dalam konteks Perang Pada Jalan Allah sebanyak 79 kali. Terdapat surah-surah yang diturunkan sepenuhnya menerangkan hukum-hukum dan keistimewaan-keistimewaan Jihad dan mengecam mereka yang meninggalkan Jihad. Contohnya surah Anfaal (juga dikenali sebagai surah Badr) dan surah Bara’ah (Taubah). Surah Baqarah, Nisa dan Maidah pula mempunyai bahagian-bahagian yang besar menyentuh persoalan Jihad. Surah Hadeed pula memberitahu tentang senjata-senjata dalam berjihad. Terdapat pula surah-surah yang dinamakan sempena nama-nama berkenaan peperangan seperti surah Ahzaab (perang Khandaq), Qitaal, Fath dan Saff. Nama-nama surah-surah ini jelas mengutarakan persoalan Jihad.
Arti Jihad
Makna Perkataan Al-Jihad di dalam Al-Quran
Perkataan Al-Jihad pada ayat-ayat Makiyyah menunjukan makna Jihad menurut bahasa yang ‘am, yaitu antara lain:
“Sesiapa yang berjihad maka sesungguhnya ia berjihad untuk dirinya sendiri.” (QS Al-Ankabut 6)
“Jika kedua orang tuanya berjihad terhadapmu agar kamu mempersekutukan Aku dengan apa-apa yang tidak ada pengetahuan padamu maka janganlah kamu mentaati keduanya.” (QS Al-Ankabut 8 )
“Dan orang-orang yang berjihad dijalan Kami, sungguh Kami benar-benar akan menunjukkan mereka pada jalan jalan Kami.” (QS Al-Ankabut 69)
“Dan jika keduanya berjihad terhadapmu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu menta’ati keduanya….” (QS Luqman 15)
Definisi Jihad
APA ITU JIHAD
TAKRIF Al-JIHAD MENURUT BAHASA
Al-Jihaad adalah Masdar dari fi’il Ruba’iy: Jaahada berdasarkan wazan fi’il yang bermakna Al-Mufaa’alatu min Thorfayin (Saling berbuat dari kedua belah pihak) seperti perkataan Al-Jidal yang bermakna Al-Mujaadalah masdar dari perkataan Jaadal . Dari fi’il Thulathi bagi perkataan Jihad adalah Jahida masdarnya Al-Jahdu artinya At-Thooqot (kekuatan), dan masdarnya Al-Juhdu artinya Al-Masyaqqot (jerih payah).
Dan didalam Lisanul Arab : dikatakan Al-Jahdu (Al-Jahd) artinya Al-Masyaqqot (jerih payah), dan Al-Juhdu (Al-Juhd) artinya At-Thooqot (kekuatan). Dan dalam Lisanul Arab juga terdapat perkataan Al-Jihaad maknanya : Istifrooghu maa fiil wus’i wattooqoti min qaulin aw fi’li (Mencurahkan segenap tenaga dan kekuatan baik berupa Ucapan maupun Perbuatan).
Penulis Munjid mengatakan: Jaahada Mujaahadatan wa Jihaadan artinya Badzala wus’ah (Mengerahkan tenaganya) dan asalnya: Badzala kullum minhumaa juhdahu fii daf’i shohibih (Masing-masing di antara keduanya mengerahkan kekuatannya dalam menolak pasangannya).
Dan didalam tafsir An-Naisabury : Dan yang shahih sesungguhnya Al-Jihaad adalah Badzlul Majhuudi fii Husuulil Maqshoudi (mengerahkan segala jerih payah untuk mencapai tujuan).
Tujuan Jihad
TUJUAN JIHAD FIE SABILILLAH
Jihad bukanlah tujuan akhir dan bukan pula sasaran akhir akan tetapi jihad adalah jalan yang telah disyariatkan Allah untuk mewujudkan sasaran dan tujuan yang banyak. Antara lain:
1. Mencari keredhaan Allah azza wa jalla
“Karena itu, semestinyalah orang-orang yang menukar kehidupan dunia dengan kehidupan akhirat berperang dijalan Allah. Barangsiapa yang berperang dijalan Allah, lalu ia gugur atau memperoleh kemenangan maka kelak akan kami berikan kepadanya pahala yang besar.” (QS An-Nisa ayat 74)
“Dari Muaz bin Jabal ra, dari Rasulullah, beliau bersabda : “Perang itu ada dua. Barangsiapa yang (berperang) mencari wajah Allah, mentaati Imam, menginfakkan harta pilihan, memudahkan kawan, menjauhi perbuatan merusak, maka sesungguhnya tidur dan jaganya semuanya membuahkan pahala. Adapun orang yang berperang karena kesombongan, riya dan mencari kemasyuran, dan durhaka terhadap Imam serta membuat kerusakan dibumi maka sesungguhnya ia tidak akan kembali dengan rezeki yang cukup.” (HR Abu Daud, An-Nasai dan Al-Hakim)
